Recklessness
Lama sekali saya ga ngepost. Alesannya sih lame banget ga ada waktu,pengen fokus ulangan yang seharinya kaya makan obat,banyak acara. Dan disuatu senin siang yang mencekam saya terdampar di sebuah kelas yang mayoritas sedang dispen dan tertinggal hanya kurang lebih 20 orang. Sayup sayup guru matematika saya datang menandakan ulangan siap menghadang saya. Jeng jeng jeng jeng siap sih menghadapi segerombolan soal essay tentang logika. Dengan penuh keyakinan tingkat dewa saya menyelesaikan soal dengan sehat walafiat. Dikumpulkanlah kertas yang sudah saya nodai dengan tinta pulpen pensil. Dari hati yang terdalam sedalam samudra udah ngerasa yakin soalnya udah diperiksa bolak balik.
Daaaaaan begitu nilai diumumin deng dong saya cuma dapet 80 woy 80! bukannya ga bersyukur ya. Tapi tapi tapi tau ga kenapa dapet nilai segitu? *ga tau da belum di kasih tau* dapet segitu gara-gara GA TELITI tolong ya itu penyakit lama saya jangan kambuh lagi! Bener-bener kecewa berat, cuma gara-gara kata "TIDAK". Betapa dongkolnya hati ini disaat yang lain berbahagia pada dapet nilai 100 atau 90 sedangkan saya terperangkap dalam nilai 80 :((( Sebel,kecewa,sedih,malu itu kata-kata yang terucap dari efek CEROBOH.
Sedikit bisa melupakan the zonkest result of the week,hari ini dengan manis nya hasil praktikum datang menghampiri. Second epic fail...... hasil sangat tidak memuaskan!!! Arghhhhh dan kalian tau apa yang menyebabkan itu terjadi? Yup CEROBOH, sebel banget cuma gara-gara ga baca direction lengkapnya, saya lupa bikin kesimpulan. Mana itu kesimpulan tersayang skornya lumayan gede, alhasil nilai asli yg udah gendut jadi menciut akibat kecerobohan. Dengan kejadian saya ini, saya jadi inget salah satu tokoh di sebuah novel berjudul 'CONFEITO' dimana dia adalah seorang anak super jenius tapi, suatu hari dia mengikuti ujian fisika dia sudah sangat yakin bisa mendapat A namun kenyataannya dia mendapat E! sedangkan temannya yang biasa-biasa aja mendapat A. Ternyata dia juga terserang penyakit CEROBOH. Setelah dia berbicara dengan dosennya dia sadar bahwa dia melupakan hal kecil yang berpengaruh sangat besar.
So, bisa saya simpulkan "Kita gagal atau jatuh bukan karena batu yg besar melainkan hanya sebuah batu kerikil yang kecil". Jangan pernah meremehkan sesuatu yang kecil, Hidup itu bak sebuah roda kadang di atas kadang di bawah. Kita jangan hanya siap berada di atas namun alangkah lebih baik kita juga siap berada di bawah :))
Daaaaaan begitu nilai diumumin deng dong saya cuma dapet 80 woy 80! bukannya ga bersyukur ya. Tapi tapi tapi tau ga kenapa dapet nilai segitu? *ga tau da belum di kasih tau* dapet segitu gara-gara GA TELITI tolong ya itu penyakit lama saya jangan kambuh lagi! Bener-bener kecewa berat, cuma gara-gara kata "TIDAK". Betapa dongkolnya hati ini disaat yang lain berbahagia pada dapet nilai 100 atau 90 sedangkan saya terperangkap dalam nilai 80 :((( Sebel,kecewa,sedih,malu itu kata-kata yang terucap dari efek CEROBOH.
Sedikit bisa melupakan the zonkest result of the week,hari ini dengan manis nya hasil praktikum datang menghampiri. Second epic fail...... hasil sangat tidak memuaskan!!! Arghhhhh dan kalian tau apa yang menyebabkan itu terjadi? Yup CEROBOH, sebel banget cuma gara-gara ga baca direction lengkapnya, saya lupa bikin kesimpulan. Mana itu kesimpulan tersayang skornya lumayan gede, alhasil nilai asli yg udah gendut jadi menciut akibat kecerobohan. Dengan kejadian saya ini, saya jadi inget salah satu tokoh di sebuah novel berjudul 'CONFEITO' dimana dia adalah seorang anak super jenius tapi, suatu hari dia mengikuti ujian fisika dia sudah sangat yakin bisa mendapat A namun kenyataannya dia mendapat E! sedangkan temannya yang biasa-biasa aja mendapat A. Ternyata dia juga terserang penyakit CEROBOH. Setelah dia berbicara dengan dosennya dia sadar bahwa dia melupakan hal kecil yang berpengaruh sangat besar.
So, bisa saya simpulkan "Kita gagal atau jatuh bukan karena batu yg besar melainkan hanya sebuah batu kerikil yang kecil". Jangan pernah meremehkan sesuatu yang kecil, Hidup itu bak sebuah roda kadang di atas kadang di bawah. Kita jangan hanya siap berada di atas namun alangkah lebih baik kita juga siap berada di bawah :))

Komentar
Posting Komentar