Justice
Suatu petang mengingatkan dan menyadarkan saya tentang sesuatu hal yg mungkin dianggap sepele,yaitu Keadilan. Pernah ga terlintas dibenak kalian apa sih tujuan Tuhan memberi kita hujan? Hanya segelintir orang yang mmemikirkan hal itu selebihnya tergolong lebih tidak peduli bahkan mengeluh. Hujan... dalam bayangan kita adalah becek,basah,sulit untuk bepergian dan hal-hal lain yg dianggap bikin ribet.
Saya pun pernah menganggap hujan se-antagonis itu. Tapi,sore itu hujan itu merubah segalanya. Sebenarnya beberapa bulan lalu saya pernah mendengar ceramah seorang Ustad di salah satu stasiun televisi swasta. Beliau mengatakan bahwa jangan pernah kita menghujat hujan,karena hujan itu rizki besar yang Allah berikan. Dari saat itu saya mulai sedikit merubah anggapan saya terhadap hujan tapi masih belum mantap
Dan Allah pun meyakinkan saya di Hujan lebat petang itu...
Cuaca tak menentu setelah berhari-hari dengan terik matahari yang membakar ubun-ubun, seketika berganti dengan rintikan hujan malu-malu berjatuhan lama kelamaan petir mengiringi hadirnya hujan. Hujan...ya petang itu hujan saya yang awalnya berniat pulang les setelah sholat pun tak jadi berhubung hujan. Berdiam dan sesekali berbincang dengan teman les saya yg senasib dengan saya. Memerhatikan orang-orang mencari tempat berteduh sejenak sembari dalam hatinya bergumam berharap hujan segera usai. Lelah mnghinggapi mereka,rasa ingin sesegera mungkin sampai ke rumah. Tapi, saat itu hujan...beberapa kios kecil pun sesak dipenuhi orang" yg berteduh. Apakah orang" itu hanya diam di kios?tidak...waktu menunggu pun membuat rasa lapar menyeruak dlm diri mereka. Tentu apalagi yg mereka cari ada dihadapan mereka. Yap, berbagai gorengan sederhana dan segelas kopi hangat siap menemani mereka. Ini lah yang saya anggap Justice atau keadilan. Kios-kios kopi kecil yg sekaligus mengadirkan gorengan sebagai kawannya,yang asalnya mungkin bisa dibilang terabaikan sekalipun orang lewat tidak akan bersengaja mampir ke tempat itu. Pengunjung kios" itu pun hanya dihinggapi seorang/dua orang saja. Penjual yang mengandalkan kiosnya demi kelangsungan hidupnya terkadang harus tahan napas saat kiosnya sepi. Tapi kini hujan, hujan membawa setitik cahaya berbagi cahayanya. Tanpa diduga pembeli datang sendiri pikir pemilik kios. Kalian tau betapa girangnya para pemilik kios itu atas berkah Hujan mereka bisa sedikit bernapas lega lagi karena diibaratkan keruntuhan durian. Saya tersadar Allah berbiara pada kita
Dari sebuah terminal angkot disuatu perumahan sederhana pun Allah swt kembali mengingatkan kita tentang keadilan dan kuasa-Nya. Allah swt masih ingin Hujan berbagi. Setiap kedatangan sebuah angkot sangat dinanti tukang becak. Betapa semangatnya mereka,menunggu para penumpang angkot turun dan menunggangi becak mereka. Dengan sigap mereka segera menghampiri penumpang yang turun. Dan benar satu lagi dari Hujan menyampaikan titipan Allah swt yaitu rizki. Biasanya para penumpang memilih berjalan kaki ketimbang naik becak. Tukang becak pun harus bersabar dengan penghasilan yang pas-pasan. Tapi kini Hujan merubahnya, penumpang butuh jasa tukang becak agar sampai ke rumah tanpa hrus berbasah-basahan. Bak nyiur menyambut,tukang becak dgn sigap siap memenuhi apa yg dibutuhkan penumpang. Allah itu adil semua makhluk Dia beri rizki,dalam hal ini tukang becak mendapat upah yang bisa menyambung hidup nya dan penumpang bisa mendapat jasa juga bersedekah untuk para tukang becak. Pernah kah terlinta dibenak kalian para tukang becak itu rela hujan-hujanan dan kedinginan demi uang yang tak seberapa dari kita demi menyambung hidupnya dan keluarganya? Allah itu adil,Dia menitipkan rizki mereka melalui kita agar kita mengenal mereka dan sadar bahwa kita membutuhkan mereka juga kita mendapat pahala dengan istilahnya kita bersedekah. Subhanallah Allah maha adil dan rencana-Nya sungguh indah
Sesungguhnya Allah swt menitipkan rezekinya melalui hujan, Allah swt berbicara pada saya dan kita semua bahwa semua orang bahkan semua makhluk memiliki rizkinya masing-masing. Rizki tidak hanya berbentuk materi yg selama ini kita ekspektasikan,tapi apapun yang ada di dunia ini adalah rizki yang Allah berikan kepada kita entah dimana dan disiapa Dia menitipkannya. Yakinlah tidak selamanya orang akan tidak punya dan tidak selamanya orang punya. Tuhan selalu adil Dia memilki cara-Nya sendiri yang terbaik untuk kita. Jangan pernah ragu akan kuasanya.
-Bersyukurlah-
Saya pun pernah menganggap hujan se-antagonis itu. Tapi,sore itu hujan itu merubah segalanya. Sebenarnya beberapa bulan lalu saya pernah mendengar ceramah seorang Ustad di salah satu stasiun televisi swasta. Beliau mengatakan bahwa jangan pernah kita menghujat hujan,karena hujan itu rizki besar yang Allah berikan. Dari saat itu saya mulai sedikit merubah anggapan saya terhadap hujan tapi masih belum mantap
Dan Allah pun meyakinkan saya di Hujan lebat petang itu...
Cuaca tak menentu setelah berhari-hari dengan terik matahari yang membakar ubun-ubun, seketika berganti dengan rintikan hujan malu-malu berjatuhan lama kelamaan petir mengiringi hadirnya hujan. Hujan...ya petang itu hujan saya yang awalnya berniat pulang les setelah sholat pun tak jadi berhubung hujan. Berdiam dan sesekali berbincang dengan teman les saya yg senasib dengan saya. Memerhatikan orang-orang mencari tempat berteduh sejenak sembari dalam hatinya bergumam berharap hujan segera usai. Lelah mnghinggapi mereka,rasa ingin sesegera mungkin sampai ke rumah. Tapi, saat itu hujan...beberapa kios kecil pun sesak dipenuhi orang" yg berteduh. Apakah orang" itu hanya diam di kios?tidak...waktu menunggu pun membuat rasa lapar menyeruak dlm diri mereka. Tentu apalagi yg mereka cari ada dihadapan mereka. Yap, berbagai gorengan sederhana dan segelas kopi hangat siap menemani mereka. Ini lah yang saya anggap Justice atau keadilan. Kios-kios kopi kecil yg sekaligus mengadirkan gorengan sebagai kawannya,yang asalnya mungkin bisa dibilang terabaikan sekalipun orang lewat tidak akan bersengaja mampir ke tempat itu. Pengunjung kios" itu pun hanya dihinggapi seorang/dua orang saja. Penjual yang mengandalkan kiosnya demi kelangsungan hidupnya terkadang harus tahan napas saat kiosnya sepi. Tapi kini hujan, hujan membawa setitik cahaya berbagi cahayanya. Tanpa diduga pembeli datang sendiri pikir pemilik kios. Kalian tau betapa girangnya para pemilik kios itu atas berkah Hujan mereka bisa sedikit bernapas lega lagi karena diibaratkan keruntuhan durian. Saya tersadar Allah berbiara pada kita
Dari sebuah terminal angkot disuatu perumahan sederhana pun Allah swt kembali mengingatkan kita tentang keadilan dan kuasa-Nya. Allah swt masih ingin Hujan berbagi. Setiap kedatangan sebuah angkot sangat dinanti tukang becak. Betapa semangatnya mereka,menunggu para penumpang angkot turun dan menunggangi becak mereka. Dengan sigap mereka segera menghampiri penumpang yang turun. Dan benar satu lagi dari Hujan menyampaikan titipan Allah swt yaitu rizki. Biasanya para penumpang memilih berjalan kaki ketimbang naik becak. Tukang becak pun harus bersabar dengan penghasilan yang pas-pasan. Tapi kini Hujan merubahnya, penumpang butuh jasa tukang becak agar sampai ke rumah tanpa hrus berbasah-basahan. Bak nyiur menyambut,tukang becak dgn sigap siap memenuhi apa yg dibutuhkan penumpang. Allah itu adil semua makhluk Dia beri rizki,dalam hal ini tukang becak mendapat upah yang bisa menyambung hidup nya dan penumpang bisa mendapat jasa juga bersedekah untuk para tukang becak. Pernah kah terlinta dibenak kalian para tukang becak itu rela hujan-hujanan dan kedinginan demi uang yang tak seberapa dari kita demi menyambung hidupnya dan keluarganya? Allah itu adil,Dia menitipkan rizki mereka melalui kita agar kita mengenal mereka dan sadar bahwa kita membutuhkan mereka juga kita mendapat pahala dengan istilahnya kita bersedekah. Subhanallah Allah maha adil dan rencana-Nya sungguh indah
Sesungguhnya Allah swt menitipkan rezekinya melalui hujan, Allah swt berbicara pada saya dan kita semua bahwa semua orang bahkan semua makhluk memiliki rizkinya masing-masing. Rizki tidak hanya berbentuk materi yg selama ini kita ekspektasikan,tapi apapun yang ada di dunia ini adalah rizki yang Allah berikan kepada kita entah dimana dan disiapa Dia menitipkannya. Yakinlah tidak selamanya orang akan tidak punya dan tidak selamanya orang punya. Tuhan selalu adil Dia memilki cara-Nya sendiri yang terbaik untuk kita. Jangan pernah ragu akan kuasanya.
-Bersyukurlah-
posted from Bloggeroid
Komentar
Posting Komentar