Ketika melompat dari angka 10
Di angka 10 saya mengawali petualangan menuju garis finish. Jatuh,bangun,tersungkur,bangkit,terseok-seok hingga akhirnya mencapai garis finish di bulan Juni lalu. Lega rasanya bisa melalui semua rintangan di angka 10 itu,apalagi dengan record pencapai garis finish yang pertama. Hanya ucapan-ucapan rasa syukur yang keluar dari mulut saya. Pertama kalinya saya mendapat tempat pertama setelah sebelum-sebelumnya saya hanya puas di tempat ke 3.
Di kursi suporter sesosok wanita kuat dan seorang pria tersabar tersenyum dengan bangga, di luar lapangan pertandingan sana 3 pasang mata berteriak mengucap selamat untuk saya dengan haru meski saya tak bisa melihat mereka. Peserta lain ikut merayakan atas pencapaian saya.
Namun ternya itu bukan garis finish yang sesungguhnya. Itu hanya garis finish pertama menuju garis finish selanjutnya. Saya sudah melompati garis finish ini untuk petualangan selanjutnya. Saya sudah melompati garis angka 10 ini dan berpetualang di angka 11 dan mencapai garis finish ke dua. Tantangan,ujian,cobaan lebih beragam. Saya harus tetap berjuang untuk garis finish ke dua. Agar yg saat ini tersenyum akan tetap tersenyum dan selamanya tersenyum.
Wahai pembuat petualangan,yakinkan saya bahwa Engkau selalu ada di setiap petualangan saya. Jangan biarkan saya terlena.
Terima kasih semua.
*satu hal: ingatkan saya untuk menunduk.
Di kursi suporter sesosok wanita kuat dan seorang pria tersabar tersenyum dengan bangga, di luar lapangan pertandingan sana 3 pasang mata berteriak mengucap selamat untuk saya dengan haru meski saya tak bisa melihat mereka. Peserta lain ikut merayakan atas pencapaian saya.
Namun ternya itu bukan garis finish yang sesungguhnya. Itu hanya garis finish pertama menuju garis finish selanjutnya. Saya sudah melompati garis finish ini untuk petualangan selanjutnya. Saya sudah melompati garis angka 10 ini dan berpetualang di angka 11 dan mencapai garis finish ke dua. Tantangan,ujian,cobaan lebih beragam. Saya harus tetap berjuang untuk garis finish ke dua. Agar yg saat ini tersenyum akan tetap tersenyum dan selamanya tersenyum.
Wahai pembuat petualangan,yakinkan saya bahwa Engkau selalu ada di setiap petualangan saya. Jangan biarkan saya terlena.
Terima kasih semua.
*satu hal: ingatkan saya untuk menunduk.


Komentar
Posting Komentar